SEGERA RAMPUNG: Ketua Tim Vent-I, Syarif Hidayat (paling kiri) menyebut jika proyek ventilator akan tuntas dan segera dikirim ke seluruh Indonesia dalam konferensi pers di ITB, belum lama ini. (FOTO: ERWIN/JABAR EKSPRES)

Proyek Vent-I Bidik Pasar Internasional

BANDUNG – Tim Pengembang Ventilator Indonesia (Vent-I) yang terdiri dari ITB, Unpad dan Masjid Salman ITB berhasil mengembangkan ventilator untuk membantu pasien Covid-19 yang mengalami kesulitan bernapas.

Proyek ini dimulai pada (23/3) yang telah mengalami sejumlah pengujian mulai dari uji kalibrasi, uji fungsi, dan uji ketahanan yang dinyatakan lolos uji BPFK pada (22/4). Kemudian, Vent-I menjalani uji klinis di beberapa rumah sakit dan dinyatakan lolos uji klinis pada (13/5).

Ketua Tim Vent-I, Syarif Hidayat menuturkan, ventilator ini sudah diproduksi sekitar 790 unit dan disebar ke rumah sakit di 34 provinsi se-Indonesia. Dia menyebut pihaknya siap memproduksi masal Vent-I untuk selanjutnya dikirim ke rumah sakit rujukan Covid-19.

“Yang didonasikannya 1.000 sekarang tahap akhir kira-kira tinggal 100 biji lagi. Saya target awal minggu depan harus selesai. Pokoknya sebelum akhir bulan harus sudah selesai,” kata Syarif kepada wartawan usai konferensi pers di Lapangan Rumput Timur Masjid Salman ITB, belum lama ini.

Syarif menjelaskan, dengan dibantu berbagai mahasiswa dan siswa dari Polman ada 50 orang, di Polban ada 30 orang, di Salman sekitar 60 orang di smk-smk ada sekitar 25 orang tahap pengembangan Vent-I akan dilanjutkan dengan alat lain yang tidak kalah diperlukan baik untuk pasien Covid-19 maupun pasien asma, TB, dan lain-lain.

“Programnya tidak tertutup lewat produk. Kita jadikan momen ini untuk memberikan alat kesehatan yang terbaik,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, Vent-I mulai akan merambah fase produksi masal bekerja sama dengan perusahaan dari Jepang. Vent-I akan terus dikembangkan hingga menjadi ventilator dengan fungsi lengkap sebagaimana yang ada di rumah sakit.

“Kami akan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang punya reputasi, salah satunya dari Jepang. Sehingga nanti bisa dipasarkan di negara lain seperti Amerika,” lanjutnya.

“Pengembangan terus dilakukan. Ujungnya akan membuat ventilator seperti yang kita kenal di rumah sakit,” imbuhnya.

Adapun Vent-I, kata dia, adalah ventilator yang hanya memiliki fungsi paling sederhana dari sebuah ventilator yang ada di pasaran, yakni fungsi CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

“Fungsi ini diterapkan untuk para pasien yang mengalami sesak namun masih bernapas sendiri, agar mencegah mereka masuk ICU,” pungkasnya. (mg1/drx)

Check Also

Peta Sebaran Masih Gelap, Pemprov Gencar Tes Masif Keluarga ASN

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mel­alui Gugus Tugas Perce­patan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (GT­PP Jabar) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *