JADI TSK: Delapan dari Sepuluh orang oknum suporter telah ditetapkan jadi tersangka kasus penganiayaan HS, kemarin (24/9).

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Pengeroyokan Suporter Persija

BANDUNG – Sebanyak 8 dari 10 orang oknum bobotoh yang diduga melakukan pengeroyokan kepada Haringga Sirla, 23, ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu setelah Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Bandung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan secara intensif. Secara sadar, mereka mengaku telah menganiaya pendukung Persija Jakarta tersebut hingga tewas.

Kepala Satuan Resort Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap 16 orang oknum bobotoh. Sebanyak 10 orang diduga terlibat langsung dalam pengeroyokan, sementara 6 lainnya hanya saksi yang melihat pengeroyokan tersebut.

”Delapan resmi ditetapkan sebagai tersangka. Kedelapan tersangka itu termasuk pria berjaket biru yang memukuli korban menggunakan pipa besi yang sosoknya terekam video,” kata Yoris di Bandung, kemarin.

Yoris mengungkapkan, para pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka memiliki peran masing-masing dalam pengeroyokan tersebut. Menurut dia, mereka merupakan pelaku yang mengeroyok Haringga hingga tewas di tempat kejadian atau di Gerbang Biru Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

”Ada yang mukul pakai tangan, nendang, ada juga yang mukul dengan alat seperti balok kayu dan helm,” kata dia.

Yoris menuturkan, pihaknya masih memintai keterangan dari para pelaku untuk penyelidikan lebih lanjut dan juga melengkapi berkas-berkas pemeriksaan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan manajemen Persib Bandung dan Viking untuk pengembangan kasus tersebut.

Menurutnya, kepolisian akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. Pihaknya juga tengah mengejar para pelaku yang terekam video dan terlibat dalam pengeroyokan. Yoris menyebut tersangka yang mengeroyok Haringga masih akan bertambah.

”Kami mengimbau, jika ada yang terlibat dalam pengeroyokan untuk segera menyerahkan diri,” kata dia.

Atas kejadian tersebut, kepolisian menerapkan Pasal 170 KUHPidana tentang penganiaya yang dilakukan bersama-sama hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Para pelaku diancam hukuman pidana di atad lima tahun penjara.

Ketua Viking Persib Club, Heru Joko mengaku berbela sungkawa atas kejadian yang merenggut nyawa anggota Jak Mania dan terjadi di Kota Bandung. Menurutnya, pihaknya tidak menginginkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya justru ingin memberikan yang terbaik untuk persepakbolaan Indonesia.

”Yang pasti adanya kejadian ini, kita intropeksi diri. Kita mulai lagi untuk lebih baik lagi. Yang pasti kita minta maaf atas kejadian kemarin,” kata Heru.

Dikatakan dia, kejadian tersebut dikarenakan kecintaan dan fanatisme yang berlebih. Sebab, kepolisian juga sudah berupaya serta bekerja keras dalam mengamankan kondisi di stadion. Namun, kejadian tersebut menjadi cambuk agar lebih meningkatkan lagi pengamanan.

”Kami tidak bermaksud begitu, kami tidak memerintahkan begitu, kami tidak ada upaya kesana, kami meneror dengan karya dalam sepak bola, ingin dengan karya aja,” kata dia.

Heru mengharapkan, kejadian tersebut tidak kembali terulang. Menurutnya, semua bobotoh berlaku positif dan menjadikan Viking sebagai kelompok yang memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat. Dirinya mengimbau agar tidak ada lagi perilaku negatif yang terjadi.

Sementara untuk para pelaku, Heru menyebut akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Namun, pihaknya tetap memberikan dukungan dan pendampingan. Sebab, pelaku tidak sepenuhnya bisa disalahkan karena tidak melakukan pengeroyokan secara terencana.

”Mereka datang kesana untuk mendukung Persib di sana kerumunan massa, banyak karakter, susah dikendalikan yang pasti kita akan mendampingi dan mengawasi,” kata dia.

Korban pengeroyokan oleh oknum suporter di area parkir Stadion GBLA, Bandung, kemarin (24/9) sudah dikebumikan di pemakaman kampung halamannya di Desa Kebulen RT03 RW 01 Blok Jembatan KA, Kecamatan Jatibarang, Indramayu.

Pemakaman korban dengan pengawalan ketat kepolisian dari Polres Indramayu. Tampak hadir pula puluhan sahabat dan kerabat Haringga. Proses pemakaman berlangsung lancar dan penuh khidmat.

Kepala Divisi Humas (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, meminta waktu agar dapat mengungkap kasus tersebut. ”Kami mohon waktu, kami masih menyelidiki motif (penganiayaan) tersebut dan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Tapi faktanya, telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seseorang,” kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin (24/9).

Sampai saat ini, jajaran Polresta Bandung sudah mengamankan 16 yang diduga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut. Dari jumlah yang berhasil diamankan, sebanyak delapan orang sudah ditetapkan menjadi tersangka.  ”(Jumlah pelaku) Bisa bertambah, bisa juga tidak,” ucap Setyo.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengimbau supporter The Jak untuk menahan diri terhadap kejadian yang menimpa anggota mereka. ”Imbauan dari Pak Kadiv untuk saling menahan diri. Negara kita kan Negara hukum, jadi biarkan proses ini bergulir dulu yang jelas kalau melakukan pelanggaran akan ditindak,” ujarnya.

Dedi membantah terkait sweeping plat D di Jakarta yang dilakukan oleh The Jak . ”Tidak ada, itu berita hoaks. Polisi dari Polda Jabar maupun Polda Metro Jaya mengantisipasi itu,” jelasnya. Terkait koordinasi dengan pihak klub agar tidak ada lagi peristiwa tersebut, Dedi mengaku akan berkoordinasi.

”Pasti akan dilakukan oleh Polda Jabar, nanti Polda Jabar juga akan rilis baik pengungkapan kasusnya maupun langkah lanjut, serta evaluasi pengamanan. Hari ini akan dilakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi langkah selanjutnya,” beber Dedi.

Menyikapi pertandingan selanjutnya dihentikan atau tidak, Dedi mengaku hanya melakukan evaluasi. ”Tidak ada dihentikannya kompetisi. Kita akan evaluasi dengan rapat dan koordinasi,” paparnya.

Untuk para pelaku sendiri yang tertangkap, Dedi menyebutkan tetap akan memrosesnya secara hukum yang berlaku. ”Pelaku ini rata-rata kan pelajar. Kalau di bawah umur pasti perlakuan terhadap hukumnya berbeda dengan yang lain. Akan ada perlakuan-perlakuan khusus. Artinya akses untuk menimba ilmu akan dipertimbangan,” ungkapnya.

Dedi juga mengaku, jika pihaknya sudah melakukan studi banding pengamanan ke luar negeri. ”Sudah berapa kali studi banding ke luar negeri seperti ke London, Inggris. Managemen pengamanan pam bola itu terkait masalah ketertiban beberapa bagian kita adopsi di sini. Seperti mekanisme pengamanan itu, kita bagi jadi beberapa ring, beberapa satgas, nah itu yang sudah kita lakukan,” katanya.

Terkait video kejadian pengeroyokan yang viral di media sosial tersebut, tidak tampak polisi melerai atau berjaga, Dedi mengaku peristiwa itu terjadi di luar lingkungan yang dijaga polisi. ”Kejadian itu jauh di luar lingkungan itu loh,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade terkait pendukung klub. ”Kita sudah berkoordinasi dengan Gede, ini sesuatu yang memprihatinkan. Jangan sampai terulang lagi karena pada dasarnya semua ingin menonton klub kesayangan,” jelas Argo.

Pengamat sepakbola Supriyono menambahkan, jika supporter harus menanamkan respek kepada supporter lain. ”Dengan sepakbola kita dapat silaturahmi, tanpa harus melihat ras, agama,” katanya saat dihubungi FIN, kemarin (24/9).

Mantan pemain Timnas Primavera ini juga mengatakan, jika PSSI, pihak klub dan stakeholder harus dapat mengedukasi supporter. ”Ini bagian penting bagi PSSI dan stakeholder untuk tidak hanya memikirkan pertandingannya saja, tapi harus memberi edukasi kepada para supporter,” ucapnya.

Supriyono tidak setuju dengan wacana yang hadir untuk memberhentikan sementara kompetisi di Indonesia. ”Tidak semudah itu, banyak faktor yang harus dilakukan. Bagaimana hubungan dengan media, sponsor dan juga lainnya. Mungkin sistem kompetisi yang diubah seperti pembagian grup, agar dipisahkan lebih rasional dripada memberhentikan kompetisi,” terangnya.

Apalagi menurut Supriyono, saat ini Timnas Indonesia sedang dalam peningkatan permainan. ”Kita tahu Timnas Indonesia dari berbagai kelompok umur baik U 16, U 19, U 23, senior sedang dalam peningkatan peforma. Jangan sampai kita dapat suspend lagi dari FIFA,’’ tutupnya.

Check Also

Usulkan Helikopter untuk Gubernur

BANDUNG – Untuk mempermudah akses ke daerah yang terdampak bencana, DPRD Provinsi Jawa Barat mengusulkan kepada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *