WASPADA: Gedung Sate yang merupakan pusat Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini darurat Covid-19 setelah 40 pegawai di gedung tersebut dinyatakan positif virus korona.

Peta Sebaran Masih Gelap, Pemprov Gencar Tes Masif Keluarga ASN

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mel­alui Gugus Tugas Perce­patan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (GT­PP Jabar) terus berupaya melakukan pelacakan terhadap 40 pegawai Ge­dung Sate yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara GGTP Jabar, Daud Achmad mengata­kan, saat ini keluarga dari 40 pegawai yang ter­konfirmasi positif sudah dilakukan pengetesan. Sebab, ditakutkan kelu­arga pegawai pun ikut terpapar

“Tesnya kepada kelu­arga sudah berjalan. Namun sampai saat ini belum ada hasilnya,” ucap Daud saat dihubungi Ja­bar Ekspres, Minggu (2/8).

Mesti begitu, mantan Plt Sekda Jabar pun belum bisa memutuskan berapa total kontak erat yang akan dilaksanakan swab test.

Tak hanya keluarga (ter­papar), Gugus Tugas pun akan melakukan pelaca­kan terhadap orang yang dekat yang pernah kontak denganya.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Per­cepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Ja­bar) sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Se­tiawan Wangsaatmaja meminta mereka untuk melakukan isolasi man­diri di rumah masing-masing.

Bagi yang tidak bisa melakukan isolasi man­diri, kata Setiawan, pem­prov Jabar akan memfa­silitasi isolasi di Pusat Isolasi Mandiri di BPSDM Jabar, Kota Cimahi.

Terhadap 40 orang ter­konfirmasi positif itu, Setiawan menjelaskan, Gugus Tugas Jabar juga telah melakukan contact tracing (pelacakan kontak erat) terhadap 20 orang dari masing-masing kasus dan memfasilitasi peng­etesan bagi kontak erat termasuk keluarga.

“Setelah kami tahu 40 yang terkonfirmasi positif ini, se­gera kami cek melalui contact tracing. Kami langsung me­neliti dan menanyakan satu-satu kepada orang yang ter­konfirmasi positif, dalam satu minggu terakhir bertemu dengan siapa dan di mana saja. Itu sudah terdata. Rasio­nya, ambil dari satu orang (positif), kami tracing 20 (orang). Ada 800 orang yang harus kita uji,” katanya

“Kepada kontak erat (kasus positif), ada beberapa di an­taranya langsung kita lakukan pengetesan metode PCR di­fasilitasi di Labkesda Jabar (di Kota Bandung),” imbuhnya.

Sementara itu, pengetesan swab test di Gedung Sate tidak hanya dilakukan pada Senin lalu. Tes proaktif dalam rang­ka meningkatkan agresivitas pengetesan juga digelar di Gedung Sate pada Selasa (28/7) dan Rabu (29/7).

“Per hari ini yang kami da­patkan adalah 40 orang ter­konfirmasi, itu saja. Semen­tara total yang dilakukan pengetesan dalam tiga hari pada 27, 28, dan 29 (Juli) ada­lah 1.260-an (orang),” kata Setiawan.

Setiawan pun menegaskan, pihaknya saat ini tengah menganalisis sumber penu­laran virus SARS-CoV-2 penye­bab Covid-19 di Gedung Sate. Pasalnya, akses terhadap gedung yang juga landmark di Kota Bandung ini terbuka selama masa Adaptasi Ke­biasaan Baru (AKB).

“Banyak pengunjung yang datang ke sini, bahkan ada yang studi banding ke sini, sehingga belum kita dapat pastikan bahwa sumber pe­nularan ini dari internal atau eksternal (Gedung Sate). Saat ini kami sedang mencari tahu (karena) sumber penularan­nya ini bisa bermacam-ma­cam,” paparnya.

Ditempat berbeda, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Abdul Hadi Wijaya meminta Pemerintah Provinsi (Pem­prov) untuk meninjau ulang segala kebijakan tentang Co­vid-19.

Hal tersebut diungkapkan­nya menyusul ditemukannya kasus 40 orang pegawai Ge­dung Sate yang terkonfir­masi positif Covid-19.

“Pemerintah harus tinjau ulang semua kebijakan. Jangan terlalu meremehkan,” katanya.

Menurutnya, saat ini Jabar sedang dalam masalah besar, pasalnya dijajaran inti pe­merintahan telah ditemukan kasus positif Covid-19. Gus Ahad menyebut, jika seluruh masyarakat di test kemun­gkinan jumlahnya akan se­makin besar.

“Ini sudah terlalu dilong­garkan. Saat ini terjadi yang namanya gelombang kedua. Masyarakat harus tahu bahwa bibit Covid-19 belum hilang,” jelasnya.

“Jadi ada semacam arus untuk melakukan relaksasi dari khawatirnya hancur eko­nomi. Sehingga dibukanya fasilitas umum menjadi satu penyebab,” tambahnya.

Gus Ahad mengaku bahwa dirinya sangat sepakat untuk dilakukannya evaluasi ter­hadap kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Saya setuju (AKB) dievaluasi ulang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja menyebutkan PNS dan Non-PNS yang ter­papar Covid-19 dilingkungan Gedung Sate mencapai 40 orang.

Sekda Jabar menjelaskan, dari ke-40 orang positif Co­vid-19 tersebut 17 orang di­antaranya berstatus PNS dan 23 orang lainnya non PNS. Kendati begitu, saat ini Pem­prov Jabar akan melakukan evaluasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

“40 orang ini PNSnya 17 orang yang positif dan non PNS 23 orang. Tetapi barangkali yang pertama bahwa kami dalam rangka mengevaluasi masa AKB, kami kecolongan,” kata Setiawan saat konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (30/7).

Ia pun mengaku, sebelum­nya Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengintruksikan bahwa aktivitas perkantoran berjalan maksimal 50 persen.

Tak hanya itu, lanjut Setia­wan, pria yang akrab disapa Emil itu juga menyuruh untuk melakukan test secara inter­aktif kepada seluruh pegawai yang ada di Gedung Sate.

Sebab, dari hasil test terse­but, kata dia, banyak ditemu­kan kasus positif Covid-19 tanpa gejala, karena keba­nyakan usianya terbilang muda.

“Jadi hari ini kami menda­patkan 40 orang terkonfir­masi. Kita bisa melihat me­mang ada kasus yang tidak bergejala,” jelasnya.

Setiawan menyebut, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pega­wai positif Covid-19 se­perti adanya studi banding ke Gedung Sate dan ma­syarakat yang bebas kelu­ar masuk. (mg1/tur)

Check Also

Infrastruktur Jadi Korban Pandemi

CIAMIS – Lima paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Ciamis yang sedianya akan dilaksanakan dalam waktu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *