Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto (baju kotak) meminta maaf berkali-kali di hadapan santri terkait pernyataannya yang dinilai melukai kalangan pondok pesantren. Foto: Ilmi Yanfaunnas/Radar Cirebon

Minta Klarifikasi : Ribuan Santri Datangi Gedung DPRD Kab. Cirebon

CIREBON – Ribuan Santri mengontrog gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Selasa (7/7). Aksi gabungan santri pondok pesantren se-Kabupaten Cirebon itu nyaris ricuh. Pasalnya, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto tak kunjung keluar.

Mereka menuntut Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon Hermanto klarifikasi atas pernyataan yang menyudutkan pesantren soal IMB.

“Kami menunggu kata maaf dan klarifikasi dari saudara Hermanto,” jelas Koordinator Lingkar Santri Cirebon (LSC), Ahmad Ibnu Ubaidillah, saat menyampaikan orasinya.

Ia meminta keadilan atas pernyataan Hermanto yang telah melukai insan pondok pesantren. Apa salah pesantren, sampai menyentil pesantren.

“Kami aksi ini untuk mempertahankannya kehormatan para kiai,” tegasnya.

Sementara itu, pantauan Radar Cirebon di lapangan, aksi yang berlangsung selama dua jam lebih itu, ditemui Ketua DPRD Mohamad Luthfi dan Hermanto serta anggota legislatif lainnya. Dalam kesempatan itu, Hermanto terus didesak meminta maaf.

Permintaan maaf pun disampaikan Hermanto. Sayangnya, politisi partai Nasdem itu salah menyampaikan kata-kata.

“Saya minta maaf atas pertanyaan saya yang menyinggung pesantren,” tuturnya.

“Bukan pertanyaan tapi pernyataan saat rapat kerja,” tegas salah satu santri.

Akhirnya, Hermanto kembali mengulang permohonan maaf tersebut berkali-kali.

“Saya akui kesalahan saya, karena menyinggung pesantren. Oleh sebab itu, saya minta maaf kepada para santri dan kiai serta pondok pesantren atas pernyataan saya saat rapat kerja gabungan,” singkatnya. (sam)

Check Also

Peta Sebaran Masih Gelap, Pemprov Gencar Tes Masif Keluarga ASN

BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mel­alui Gugus Tugas Perce­patan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (GT­PP Jabar) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *