Bandung – Upaya pemulihan dan transformasi ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan, salah satunya dengan program “Recovery Center” atau pusat pemulihan yang berbentuk forum intermediasi digital antara dunia usaha dan lembaga keuangan perbankan. Forum ini bisa diakses lewat laman tpkadjabar.org dan akan bisa diakses melalui aplikasi android dalam waktu dekat ini. Forum ini digagas Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (Satgas PED) Jabar, dengan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Wakil Koordinator Sub Diisi Jasa Keuangan Satgas PED JAbar Zaenal Aripin mengatakan, di dalam forum digital tersebut, dunia usaha di Jabar bisa berdiskusi dan bertanya tentang beragam masalah keuangan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi. “Rencananya akan diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 22 Desember,” ujar Zaenal dalam keterangannya, Selasa (!5/12). Ketua Harian Satgas PED Jabar Ipong Witono mengatakan, 30 persen pengusaha tidak mengetahui tentang program pemulihan ekonomi nasional maupun daerah. Selain itu, pengusaha tersebut pun tak memiliki akses terhadap perbankan.Ketua OJK Jawa Barat Indarto Budiwitono mengatakan, dalam Recovery Center itu dunia usaha bisa lebih cepat mengakses produk-produk perbankan. Pengusaha Jabar juga bisa mengakses produk layanan keuangan dan kredit usaha rakyat (KUR) secara daring. Tak hanya itu, di dalamnya juga terdapak pojok UMKM yang dimana menjadi etalase digital bagi produk UMKM di Jabar. “Saat pandemi, para pengusaha menyampaikan aspirasi tentang perlunya relaksasi dan restrukturisasi kredit. Melalui Recovery Center ini diharapkan ketimpangan informasi itu tidak ada lagi,” ujar Ipong. Ipong mengungkapkan, Recovery Center ini tidak hanya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah saja tapi juga semua bidang usaha. “Saya berharap semua bidang usaha memanfaatkan Recovery Center ini sehingga program pemulihan ekonomi nasional dan daerah bisa berjalan sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Bandung – Upaya pemulihan dan transformasi ekonomi daerah Provinsi Jawa Barat terus dilakukan, salah satunya dengan program “Recovery Center” atau pusat pemulihan yang berbentuk forum intermediasi digital antara dunia usaha dan lembaga keuangan perbankan.

Forum ini bisa diakses lewat laman tpkadjabar.org dan akan bisa diakses melalui aplikasi android dalam waktu dekat ini.

Forum ini digagas Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (Satgas PED) Jabar, dengan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Wakil Koordinator Sub Diisi Jasa Keuangan Satgas PED JAbar Zaenal Aripin mengatakan, di dalam forum digital tersebut, dunia usaha di Jabar bisa berdiskusi dan bertanya tentang beragam masalah keuangan dan pelaksanaan kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi.

Ketua Harian Satgas PED Jabar Ipong Witono mengatakan, 30 persen pengusaha tidak mengetahui tentang program pemulihan ekonomi nasional maupun daerah. Selain itu, pengusaha tersebut pun tak memiliki akses terhadap perbankan.Ketua OJK Jawa Barat Indarto Budiwitono mengatakan, dalam Recovery Center itu dunia usaha bisa lebih cepat mengakses produk-produk perbankan. Pengusaha Jabar juga bisa mengakses produk layanan keuangan dan kredit usaha rakyat (KUR) secara daring. Tak hanya itu, di dalamnya juga terdapak pojok UMKM yang dimana menjadi etalase digital bagi produk UMKM di Jabar.

“Saat pandemi, para pengusaha menyampaikan aspirasi tentang perlunya relaksasi dan restrukturisasi kredit. Melalui Recovery Center ini diharapkan ketimpangan informasi itu tidak ada lagi,” ujar Ipong.

Ipong mengungkapkan, Recovery Center ini tidak hanya untuk usaha mikro, kecil, dan menengah saja tapi juga semua bidang usaha. “Saya berharap semua bidang usaha memanfaatkan Recovery Center ini sehingga program pemulihan ekonomi nasional dan daerah bisa berjalan sesuai dengan harapan,” ujarnya.

Check Also

PSBB Jabar Dihentikan, Ridwan Kamil: 100 Persen Daerah Siap AKB

Bandung – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengumumkan bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tingkat provinsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *