HOG Gelar Safety Riding Course

BANDUNG – Harley Owner Group (HOG) Kota Bandung menggelar acara Safety Riding Course bagi 50 bikers yang tergabung dalam Komunitas HOG. Dalam kesempatan ini, HOG menghadirkan M. Joel D. Mastana Secretary For Mobility and Tourism sebagai pemateri yang di pusatkan di Halaman Kantor Kepolisian Polda Daerah Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Minggu (14/7).

Akbar Nusantara, selaku Sekretaris Jendral Harley Owner Group dan sebagai Dealer Principle menyatakan, untuk kegiatan ini dihadiri oleh 50 peserta dari 200 members.

“Acara ini merupakan acara berbayar, jadi yang mengikuti hanya sekitar 50 peserta, dan setelah acara ini akan diberikan pin dan sertifikat sebagai bukti para peserta lulus course,” katanya.

Dalam pelatihan ini, kata dia, para peserta diberikan teknis dasar mengendarai Motor Harley, karena untuk mengendarai Harley perlu diberikan latihan khusus. Soal bagaimana pada saat mengendarai dan berhenti.

“Mereka dipastikan lulus, karena setelah pelatihan ini akan dipraktekkan, tentunya mereka sudah dipastikan memilik kemampuan di atas teman-teman yang belum ikut,” jelasnya.

Setelah pelatihan ini, sebut dia, Jumat pekan ini akan diadakan riding bersama start dari Bandung menuju Yogyakarta. Selain itu, selama ini juga HOG Bandung sering mengikuti event-event internasional setiap tahun.

“Tahun sebelumnya, kami telah mengikuti riding ke luar negeri, seperti ke Amerika sejak dari tahun 2011,tidak hanya ke Amerika tetapi ke New Island dan lain-lain. Dan tahun ini kita ke Thailand, hanya bedanya kalau sebelumnya kita sewa motor di negara tersebut, kalau tahun ini ke Thailand kita bawa motor sendiri, transit di Malaysia,” ujarnya.

M. Joel D Mastana, Secretary For Mobility and Tourism menambahkan, bahwa kegiatan ini diberikan bagaimana basic riding mencakup reflek penyelamatan dan enam prinsip mengemudi keselamatan.

“Enam prinsip kesalamatan itu ialah standarisasi aturan berlalu lintas, berbagi jalan, mengenali kendaran, menjalani kendaraan sebagaimana seperti memahamai maju dan mundur dan ke kiri dan ke kanan, perlengkapan pada saat berkendaraan, dan manajemen perjalan,” terangnya.

Dan tidak kalah penting, sebut dia, dari enam prinsip itu ialah officer touring management. Dikarenakan touring merupakan kegiatan melibatkan orang banyak maka harus ada pengurus yang dinamakan officer touring management.

“Tugas officer touring management adalah merencanakan dan melaksanakan tugas sampai selesai, mereka menyiapkan touring dan harus membuat rute, dan harus mengatur pemberhentian setiap dua jam dan akan berhenti dimana,” pungkasnya. (mg3/drx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *