KONGRES TAHUNAN : Asosiasi PSSI Kabupaten Bandung (Askab) menggelar kongres tahunan, Ketua Askab Gun Gun Gunawan menjelaskan Program kerja utama Askab masih pada pembinaan usia dini, setifikasi atlit, lisensi pelatih dan evaluasi club-club.

Askab Gelar Kongres Tahunan

SOREANG – Asosiasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Bandung (Askab) akan fokus pada pembinaan usia dini, sertifikasi wasit dan lisensi pelatih. Hal itu, menjadi prioritas utama program kerja Askab Kabupaten Bandung.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Bandung Gun Gun Gunawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menjalankan sejumlah program pembinaan usia dini sejak terbentuknya kepengurusan baru beberapa bulan lalu.

”Kami sudah melaksanakan kompetisi U-12 beberapa waktu lalu dan selanjutnya kami akan gelar kompetisi jenjang lainnya,” Katanya saat ditemui di sela-sela Kongres Tahunan Askab PSSI Kabupaten Bandung di RM Panyaungan, Kabupaten Bandung, belum lama ini.

Menurutnya, hasil dari kompetisi tersebut, sejumlah pemain potensial dipilih untuk menghuni dua tim berjuluk “Jalak Ngora” dan “Young Jalak”. Kedua tim itu kemudian ikut serta dalam Kompetisi Danone dan Jalak Ngora lolos ke tingkat provinsi.

Meskipun demikian, kata Gun Gun, rampungnya Kongres Asprov PSSI Jabar pun telah melahirkan sejumlah garis program yang harus diikuti. Oleh karena itu pembinaan usia dini di Askab PSSI Kabupaten Bandung pun harus mengikuti alur yang diprogramkan oleh Aprov.

”Setelah kongres Asprov, kami gelar kongres untuk menyinergikan program kami dengan Asprov. Contohnya pembinaan usia dini tadinya kami fokus di U-13 dan U-15, namun U-15 ini nantinya akan diarahkan untuk persiapan Piala Suratin dan Porda sesuai arahan Asprov,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gun Gun menjeleskan, untuk peningkatan mutu pelatih, Askab PSSI Kabupaten Bandung pun akan menggelar program pelatihan pada Agustus 2019 mendatang. Nantinya sejumlah pelatih yang berprestasi akan difasilitasi untuk mengikuti pengambilan lisensi kepelatihan. Begitu juga untuk wasit, pihaknya telah mengirimkan sejumlah wasit potensial untuk mengikuti seleksi wasit Liga 2 di tingkat Jabar.

”Alhamdulillah ada delapan wasit kami yang lolos dan akan ikut memimpin pertandingan di Liga 2,” akunya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Slamet Mulyana mengapresiasi langkah Askab PSSI Kabupaten yang sudah bisa menggelar kongres rutin tahun ini.

”Padahal kepengurusan sekarang ini baru terbentuk dan dilantik sekitar enam bulan lalu. hal itu menunjukan kembali hidupnya roda organisasi Askab PSSI Kabupaten Bandung. Saya berharap, kongres tersebut bisa melahirkan sejumlah program yang perencanannya sangat matang,” katanya.

Menurutnya, Program-program yang diharapkan, terutama pembinaan sepakbola usia dini. Kompetisi rutin bisa digelar kembali dan akademi sepakbola disemarakan, sehingga klub-klub bisa dihidupkan kembali.

”Slamet optimis, dibawah kepengurusan Askab saat ini, semua program yang nantinya dijalankan bisa berujung pada meningkatkan prestasi sepakbola Kabupaten Bandung di berbagai ajang. Selain itu Askab juga diharapkan bisa memunculkan bibit sepakbola potensial untuk disalurkan ke Persikab sebagai klub sepakbola kebanggan masyarakat Kabupaten Bandung di kancah nasional,” pungkasnya. (rus)

KONGRES TAHUNAN : Asosiasi PSSI Kabupaten Bandung (Askab) menggelar kongres tahunan, Ketua Askab Gun Gun Gunawan menjelaskan Program kerja utama Askab masih pada pembinaan usia dini, setifikasi atlit, lisensi pelatih dan evaluasi club-club.

Sumber:Jabarekspres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *