LAYANI PENERBANGAN: Kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka telah siap beroperasi secara penuh untuk melayani 13 rute penerbangan domestik pada 1 Juli 2019 nanti dengan didukung moda transportasi.

Apa Keuntungan Pindah ke BIJB?

BANDUNG – Rencana perpindahan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati pada 1 Juli nanti mempunyai dampak tersendiri bagi masyarakat. PT Angkasa Pura II yang bertindak sebagai operator BIJB sudah melakukan berbagai kajian mengenai rencana perpindahan sebagai rute dan maskapai penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati.

Direktur Angkasapura II Muhammad Awaludin mengatakan, berbagai persiapan untuk perpindahan rute sudah dimatangkan. Sehingga, pada 1 Juli nanti pihaknya siap akan melayani 13 rute penerbangan di BIJB Kertajati.

Dia mengatakan, di Jabar PT Angkasapura II selama ini menjadi operator di Bandara Husein Sastranegara dan BIJB. Bahkan, secara keseluruhan ada 16 Bandara di Indonesia yang ditangani oleh PT Angkasapura II.

’’Sebagian pengelolaan kebandaraan ada di Indonesia bagian barat,”jelas Awaludin ketika ditemui dalam acara diskusi mengenai masa depan bandara udara BIJB di hotel Grand Mercuri belum lama ini.

Dia berpendapat, jika melihat penataan kawasan Jabotabek dan Jabar sebetulnya memiliki arti strategis. Sebab, pembangunan bandara BIJB kertajati secara bertahap akan menfasilitasi pergerakan dan aksebilitas manusia.

Perpindahan ini mau tidak mau akan merubah kebiasaan masyarakat khususnya yang berada di Kota Bandung untuk beralih ke BIJB Kertajati. Meski pada awalnya akan ada prto dan kontra. Namun, dampak jangka panjang harus menjadi acuan untuk keberahasilan pembangunan.

’’ Dulu kita tahu betul ketika pembangunan tol Purbaleunyi selesai hal itu mengubah konsep moda transportasi di masyarakat yang dulu terbiasa dengan jalan biasa maka mau tidak mau harus memilih jalan tol agar lebih efesien,’’kata dia.

Selain itu, sebagai operator bandara PT Angkasapura 2 sudah memiliki kesiapan matang. Terlebih BJB telah telah memiliki Runway 3000 dan airport ditambah dukungan dari pemerintah provinsi Jabar.

BIJB memiliki prospek sangat baik untuk aksebilitas pertumbuhan ekonomi. Hal ini bisa dilihat dari keberadaan bandara di Banyuwangi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di bidang Pariwisata.

’’Bandara di Banyuwangi juga bisa dijadikan bandara darurat jika bandara di Ngurah Rai di Bali ada masalah. Dan ini pernah terjadi ketika ada letusan gunung Agung,”kata Awaludin.

Awaludin menambahkan, dari sisi pergerakan manusia melalui bandara Jabar dengan penduduk 50 juta membutuhkan keberadaan bandara yang memedai. Bahkan, jika digabungkan dengan pergerakan masyarakat Jabodetabek diperkirakan akan ada 80 juta orang datang dan pergi melalu bandara setiap tahunnya..

’’Saya kasih gambaran ya bagaimana pergerakan masyarakat itu hanya di cover 2 bandara. Halim itu 7 juta, Cengkareng 60 dan Bandara Husein 4 juta, ini berarti ada 80 juta masyarakat yang datang dan pergi di dalam populasi masyarakatnya yang hanya 50 juta, jadi ini potensi yang menarik dan memiliki keuntungan yang sangat besar untuk semua’’kata Awaludin.

Sementara itu, Direktur BIJB Muhamad Singgih mengatakan, pengembangan bandara BIJB Kertajati akan terus dilakukan secara bertahap. Pembangunan Bandara Kertajati pada awalnya memiliki konsep untuk membentuk Kota Baru atau sebagai pusat pertumbuhan.

Sejauh ini pengembangan bandara berbentuk Aerocity dengan luas keseluruhan bandara berdasarkan master plan 1800 hektar. Sedangkan Aerocity seluas 3800 hektar.

Dia menyebutkan, saat ini BIJB Kertajati dibangun dengan luas 9,6 hektar. Namun, pembangunan ini sebetulnya baru masuk ke dalam tahap 1.

’’Jadi maksudnya bandara akan dibangun dalam tiga tahap dan sekarang ini baru tahap 1 atau bisa disebut tahap 1 step A yaitu dengan luasan 9,6 hektar dengan kapasitas Terminal 5,6 juta penumpang,’’kata Singgih.

Kemudian pada tahap 1b direncanakan pada 2020 terminal bandara akan dikembangkan menjadi 12 hektar dengan kapasitas 17,2 juta penumpang dan Runaway akan dipanjangin menjadi 3500×60 meter.

’’Kenapa 3500 karena bandara ini di desain dengan 3 runway dan salah 1 runwaynya diharapkan bisa didarati dengan pesawat terbesar di dunia A380,’’ucap dia.

Singgih memaparkan, untuk tahap Ultimate pada 2030 perluasan Bandara akan menjadi 20,9 hektar dengan daya tampung 29,3 juta penumpang. Dan pada tahap ini BJB akan memiliki 3 runway.

’’Runway pertama untuk komersial penumpang yang berbatasan langsung dengan Aerocity, untuk Runway lanjutan akan Siti di mana separuh Rambai itu menghadap logistik pusat pengembangan cargo. Sedangkan Runway ke tiga dan berbatasan langsung dengan aerospace yang nantinya berfungsi sebagai keperluan kedirgantaraan,’’tutur Singgih.

Untuk dampak ekonominya lanjut dia, keberadaan bandara secara langsung telah banyak menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai jual daerah. Bahkan, dampak positif tidak langsungnya adalah multiplier effect yaitu peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Singgih mengungkapkan, berdasarkan kajian untuk pada 2017 lalu PDRB Jawa Barat mengalami peningkatan sebanyak 0,006% untuk Kabupaten Majalengka sebesar 3,8%.

Sedangkan, untuk pendapatan perkapita rata-rata Jabar mengalami kenaikan Rp 0,1 juta. Untuk Majalengka sendiri bertambah menjadi Rp 3,9 juta.

Hal ini juga memicu mendongkraknya pendapatan asli daerah Jawa Barat meningkat menjadi Rp 5,13 triliun. Sementara untuk Majalengka menjadi Rp 5, 58 triliun.

’’Dari sisi penyerapan tenaga kerja dalam 10 tahun ke depan berpotensi terserap 24.000 orang. Untuk Majalengka akan terserap 21.000 orang,’’ucap dia.

Singgih menambahkan, untuk sektor yang diuntungkan perdagangan dengan kebutuhan pergudangan, transportasi, kelistrik dan komunikasi.

Dengan begitu, daerah Ciayumajakuning akan memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat pesat. Terlebih jika dihubungkan dengan keberadaan Pelabuhan Patimban dan selesainya akses jalan tol Cisumdawu. (yan)

Sumber:Jabarekspres

Check Also

Bandara Pindah Bandung Shock

BANDUNG – Mulai 1 Juli 2019 nanti, ada 12 rute penerbangan yang akan pindah dari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *