Angka Positif Terus Naik, Pelonggaran PSBB Rawan Penularan

BANDUNG – Jumlah kasus positif Covid-19 di Jawa Barat terus meningkat. Hingga Rabu (17/6/2020) pukul 13.00 total ada 2.662 orang yang dinyatakan positif di tengah pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional.

Angka tersebut meningkat lebih dari 39 orang dibandingkan hari kemarin. Meskipun demikian, peningkatan juga terjadi pada jumlah pasien positif Covid-19 yang dinyatakan pulih.

Hingga kemarin, total terdapat 1.151 pasien positif Covid-19 yang telah pulih. Angka tersebut meningkat 9 orang dibandingkan sebelumnya.

“Sementara jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia tidak bertambah. Masih sama seperti kemarin sebanyak 162 orang,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Daud Achmad di Gedung Sate Bandung, kemarin (17/6).

Untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dalam proses pengawasan saat ini 1.245 orang. Sementara jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dalam proses perpindahan 3.0.046 orang.

Daud mengatakan, saat ini Pemprov Jabar masih terus menggenjot persetujuan dan pengetesan warga yang terpapar Covid-19. Hingga hari ini, total 209.178 warga Jabar telah memperoleh tes cepat atau cepat.

“Mengingatkan pengetesan masih akan terus dilakukan untuk mempelajari peta persebaran Covid-19 yang lebih lengkap di Jabar,” terangnya.

Terpisah, seiring dengan dikeluarkannya kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di beberapa daerah di Jawa Barat, perusahaan transportasi online kembali diperbolehkan untuk mengangkut penumpang. Hal itu perlu diwaspadai lantaran sangat rawan terhadap penularan virus korona.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Hery Antasari mempersilahkan perusahaan transportasi online beroperasi seperti biasa. Dengan catatan, agar selalu memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 yang sudah ditetapkan.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan untuk daerah yang masuk zona hijau dalam peta sebaran Gugus Tugas Percepatan Penggulangan Covid-19 Pusat.

“Namun ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti kendaraan harus rutin disemprot cairan disinfektan. Penggunaan masker, hand sanitizer, dan sarung tangan udah wajib. Dan pembayaran harus dilakukan secara non-tunai,” tegas Hery, di Gedung Sate, Rabu (17/6).

Untuk daerah yang masuk Zona Kuning, kata Hery, transportasi online dipersilakan untuk mengangkut penumpang dengan syarat menggunakan penyekat.

“Aturan ini harus dipenuhi oleh operator termasuk mitra perusahaan tersebut. Itu sudah sesuai dengan ketentuan teknis yang dipaparkan oleh Kemenhub,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk kawasan Bodebek, transportasi online belum dibolehkan untuk mengangkut penumpang. “Aturan di Bodebek harus disamakan dengan DKI Jakarta, tapi sampai sekarang pihak operator belum ada yang memastikan bisa menjaga agar masyarakat dari zona merah per kecamatan tak bisa mengakses transportasi tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, ojol sudah bisa mengangkut penumpang di DKI Jakarta dengan syarat tertentu. Di mana, ojol tidak bisa mengangkut penumpang yang berada di kawasan zona merah. “Di Jabar belum ada komunikasi itu, di mana aplikator bisa mematikan menu untuk daerah zona merah,” tandasnya. (mg1/bbs/drx)

Data Pasien Terpapar Korona

  1. Jumlah kasus positif tembus 2.662 orang.
  2. Penambahan kasus sebanyak 39 orang.
  3. Pasien positif yang sembuh 1.151 orang.
  4. Jumlah PDP 1.245 orang
  5. Jumlah ODP 3.046 orang.
  6. Warga yang sudah dites 209.178 orang
  7. Jumlah pasien positif meninggal 162 orang.

Check Also

KPK Akan Usut 53 Kasus Dugaan Korupsi di BUMN

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengakui, sempat membicarakan soal dugaan korupsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *